Article

Cara Melindungi Backup dari Serangan Ransomware

by Mar 3, 2020 Article 0 comments

Ransomware telah menjadi ancaman terbesar terhadap keamanan data. Dengan meningkatnya frekuensi serangan dan varian ransomware yang berkembang sangat cepat, solusi Disaster Recovery untuk ransomware menjadi sangat penting untuk para pemegang bisnis di tahun 2020.

Berinvestasi untuk backup yang dapat diandalkan adalah permulaan yang bagus, tetapi banyak organisasi yang tidak menyadari bahwa backup juga membutuhkan perlindungan dari serangan ransomware. Backup adalah aspek penting dari setiap proses perlindungan data perusahaan, namun mereka tidak kebal terhadap penyusupan oleh hacker. Dengan memasukkan fungsi pada keseluruhan data protection plan, bisnis dapat mencapai proses disaster recovery yang lebih menyeluruh, memastikan perlindungan terbaik terhadap ransomware.

Ketahui resiko keamanan backup

Serangan ransomware terhadap bisnis meningkat hingga 365 persen dari tahun 2018 sampai 2019. Sayangnya, meskipun dengan software perlindungan data endpoint terbaik yang ada di pasaran, organisasi tetap beresiko. Pada tahun 2018, menurut Sophos, 77 persen organisasi yang terkena ransomware telah menjalankan keamanan endpoint yang up-to-date ketika diserang. Memiliki backup dan proses data recovery menjadi sangat penting untuk meningkatkan perlindungan terhadap ransomware.

Namun, ransomware yang canggih juga dirancang untuk mengenkripsi backup. Pencegahan adalah garis pertahanan pertama melawan kejahatan dunia maya, serta mengikuti tren ransomware dapat membantu bisnis Anda terhindar dari potensi serangan.

Awasi taktik ransomware

Teknologi dan metodologi ransomware terus berkembang. Pada saat industri berhasil menangani taktik ransomware yang paling berbahaya, hacker justru telah menemukan cara baru untuk menargetkan data penting korbannya. Ada banyak cara untuk ransomware menembus infrastruktur data, termasuk email dengan file atau link yang berbahaya, celah kemanan dalam software, dan kerentanan protocol remote desktop.

Ransomware menyebar ke komputer lain yang ada dalam jaringan dan memetakan drive. Hal tersebut berpotensi menyebar ke backup yang ada pada perangkat terhubung yang memiliki akses write, seperti NAS atau USB drive. Karena itu, mengadopsi pendekatan keamanan data yang berlapis-lapis adalah pilihan yang sangat ideal.

Simpan backup di onsite maupun offsite

Onsite backup itu penting untuk dimiliki karena kecepatan, efisiensi, dan aksesibilitasnya ketika dibutuhkan untuk recovery. Tetapi strategi perlindungan data terbaik adalah menggabungkan kombinasi backup onsite dan offsite. Offsite backup dapat terisolasi dari jaringan perusahaan. Cloud-based backup menjadi pilihan offsite backup yang sempurna.

Sebagai praktik terbaik, ikuti aturan backup 3-2-2. Untuk perlindungan ransomware terbaik, bisnis harus selalu menyimpan tiga salinan data yang disimpan setidaknya di dua media yang berbeda, dan setidaknya satu versi offsite atau lebih disarankan dengan dua offsite backup.

Gandakan backup ke cloud dimana ransomware tidak dapat menjangkau mereka.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai solusi ini, dapat klik disini atau hubungi kami di: (+62 21) 569 43 644 / WA. +62 21 56943644 / support@igsolusi.com.


Share this post:

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published.