Article

Daftar Checklist untuk Perencanaan Disaster Recovery (DR)

by Jan 29, 2020 Article 0 comments

Bencana itu terjadi tak terduga, bisa terjadi kapan saja. Ada beberapa bencana yang memberikan Anda waktu untuk bersiap-siap menghadapinya, Ada juga yang datang secara tiba-tiba tanpa peringatan. Bencana yang memberi Anda waktu untuk bersiap misalnya bencana angin topan atau tornado. Ketika topan terlihat di daerah Anda, saat itu juga Anda tahu bencana akan datang sehingga Anda akan mempersiapkan semuanya. Namun Bencana yang terjadi tanpa peringatan, seperti banjir yang terjadi di awal tahun ini, Anda tidak bisa mempersiapkan untuk menghadapinya. Hard drive Anda mungkin akan rusak dan mengakibatkan downtime yang menakutkan.

Perencanaan yang matang akan memastikan Anda siap apapun bentuk bencana yang terjadi. Berikut ini adalah daftar checklist yang bisa Anda gunakan untuk mempersiapkan rencana disaster recovery yang mudah untuk Anda lakukan.

1. Tentukan Tujuan Recovery

Recovery adalah elemen terpenting dalam perencanaan DR. Sebelum bencana melanda, tentukan waktu recovery dan tempat tujuan recovery. Pertimbangkan berbagai hal berikut saat memetakan sasaran tempat recovery Anda:

  • Identifikasi critical system dan urutannya dimana seharusnya direcovery.
  • Pahami kapan waktunya untuk recovery file individual, kapan waktunya untuk full system recovery.
  • Tentukan apakah recovery dari restore point lebih masuk akal dibandingkan recovery dari backup.
  • Tentukan berapa lama downtime yang masih bisa ditolerir untuk bertahan dalam skenario terburuk
  • Perkirakan seberapa cepat waktu yang dibutuhkan untuk data dan system direcovery.

2. Tentukan Metode Recovery

Cara yang tepat untuk melakukan recovery ada berbagai macam, bergantung pada tujuan recovery Anda. Untungnya, Anda dapat memiliki berbagai pilihan yang dapat digunakan, diantaranya:

  • File-based recovery
  • Full system recovery
  • Virtual machine recovery
  • Bare metal recovery
  • Localized recovery
  • Cloud-based recovery

3. Uji Rencana Anda

Pengujian akan memastikan rancangan backupmu dapat dipulihkan (restore) setelah bencana berakhir – tepat ketika Anda membutuhkannya! Menurut survei yang dilakukan oleh Forrester, (https://drj.com/images/surveyspdf/forrester/2017-forrester-survey.pdf), 43% responden melaporkan bahwa mereka menguji rencana DR mereka setahun sekali, 38% lainnya mengaku jarang melakukan testing tersebut, bahkan ada yang tidak melakukannya sama sekali.

Secara umum, pengujian pemulihan bencana harus mencakup hal-hal berikut:

  • Jadwal reguler yang berisikan seberapa sering tes harus dilakukan
  • Latihan yang mensimulasikan proses pemulihan seakan-akan sedang terjadi kejadian yang sebenarnya
  • Evaluasi hasil tes untuk mengidentifikasi potensi masalah apa saja yang mungkin muncul saat proses pemulihan (recovery) fsn menentukan apa saja hal yang dapat menyebabkan kegagalan.
  • Analisis menyeluruh untuk menentukan apa yang berhasil, apa yang tidak berhasil, dan bagian mana dari rencana tersebut yang perlu dirancang ulang atau diuji kembali.

4. Identifikasi Masalah dan Ukur Dampaknya

Tidak ada dua bencana yang sama. Ketika bencana terjadi, sebelum mengambil satu tindakan atau lainnya, luangkan waktu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apakah insiden tersebut terjadi hanya pada 1 sistem saja, atau akan mempengaruhi seluruh jaringan Anda?
  • Apakah ada file yang rusak atau terhapus?
  • Apakah ada sistem Anda yang down?
  • Apakah bencana tersebut telah membahayakan Data Center fisik atau tempat usaha Anda?

5. Tinjau Prosesnya

Setelah bencana berakhir dan operasional bisnis berjalan kembali, kajilah implementasi dan Disaster Recovery Plan Anda dari atas sampai bawah. Ini adalah kesempatan Anda untuk menilai seberapa baik tim Anda merespon dan menyoroti area-area yang mungkin dapat ditingkatkan. Pertanyaan yang diajukan dalam penilaian lebih lanjut harus mencakup:

  • Apa yang menyebabkan bencana?
  • Apakah tim Anda mengikuti rencana yang sesuai dengan benar?
  • Apakah ada masalah yang sedang terjadi dan perlu untuk segera ditangani?
  • Bagaimana Anda dapat memperbaiki rencana Anda untuk sken?

Dokumentasikan Daftar Chekclist Disaster Recovery Anda

Daftar Chekclist Disaster Recovery adalah langkah awal untuk membuat blueprint yang terorganisir untuk menghadapi krisis atau bencana yang terjadi. Lebih dari segalanya, ini memastikan tidak ada yang terlewat disepanjang proses pemulihan. Dokumentasikan, simpan dengan baik, sehingga dapat dijadikan alat yang berguna untuk memastikan bisnis Anda berjalan dengan lancar dan jika terjadi bencana selanjutnya, kerugian sudah dapat sangat diminimalkan.


Share this post:

0 Comments